Harian Masyarakat – Polri mengunci strategi pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 lewat rapat koordinasi lintas sektoral di Jakarta Selatan pada 15 Desember 2025. Rapat ini menjadi dasar Operasi Lilin 2025 dengan fokus keselamatan, kelancaran mobilitas, dan antisipasi gangguan.
Rakor digelar di Auditorium Mutiara Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (15/12/2025). Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan dari rapat tersebut, diperkirakan ada peningkatan pergerakan 8,83 juta orang.
“Dari hasil survei yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan terkait potensi pergerakan masyarakat pada Natal tahun 2025 dan Tahun Baru 2026, diprediksi bahwa terjadi peningkatan 8,83 juta orang atau 7,9% pada tahun 2025 ini,” kata Dedi kepada wartawan.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan hasil survei Kementerian Perhubungan. Pergerakan masyarakat diprediksi naik 8,83 juta orang atau 7,9 persen dibanding tahun lalu. Total warga yang merayakan Natal dan Tahun Baru diperkirakan mencapai 119,5 juta orang. Angka ini naik dua kali lipat.
Lonjakan ini berdampak langsung pada lalu lintas, transportasi publik, logistik, dan potensi kerawanan. Pola pengamanan harus ditingkatkan dan tidak bisa disamakan dengan tahun sebelumnya.
Dalam rapat, Wakapolri menyampaikan pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Mengapresiasi kesiapan lintas sektor dan menyampaikan duka cita atas bencana di sejumlah daerah. Aspek kemanusiaan tetap menjadi perhatian.
Rapat melibatkan TNI, BNPB, Kemenko PMK, Kemenparekraf, Badan Pangan Nasional, BMKG, Jasa Marga, Kementerian Perhubungan, dan instansi terkait. Operasi Lilin 2025 dirancang terpadu, preventif, dan responsif untuk memastikan perayaan Nataru berjalan aman dan lancar.















