Harian Masyarakat | Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengkritik penerapan HAM ala negara Barat. Natalius menyampaikan sikapnya dalam konferensi pers di Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin 8 Desember 2025. Ia menyatakan tidak memiliki alasan untuk menolak pandangan presiden.
“Saya setuju saja dengan apa yang presiden sampaikan,” kata Natalius Pigai.
Ia menjelaskan bahwa pertanyaan mengenai substansi pidato presiden seharusnya tidak diarahkan kepada dirinya sebagai menteri yang berada di bawah struktur kepemimpinan. Menurut Natalius, analisis mendalam lebih tepat ditujukan kepada pengamat atau pegiat HAM.
Natalius Pigai menegaskan tidak akan menambah komentar. “Tidak ada elaborasi. Kami ini pelaksana, jadi apa yang diucapkan presiden, itulah yang kami laksanakan,” ujarnya.
Kritik Prabowo terhadap Model HAM dan Demokrasi Barat
Pernyataan yang dimaksud disampaikan Prabowo dalam peringatan HUT Partai Golkar pada Jumat malam, 5 Desember 2025. Dalam acara tersebut, Prabowo menilai Indonesia harus memiliki karakter politik sendiri. Ia menolak anggapan bahwa negara harus meniru sistem negara lain.
“Kita tidak bisa ikut politik-politik negara lain, belum tentu demokrasi di Barat cocok dengan kita,” kata Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Dewan Pimpinan Pusat Golkar.
Prabowo mengingatkan bahwa negara-negara Barat pernah menjajah Indonesia dalam waktu panjang sambil mengajarkan konsep demokrasi. Ia juga menyatakan negara-negara tersebut sering berbicara mengenai HAM tetapi ikut melakukan pelanggaran.
Menurut Prabowo, praktik demokrasi dan HAM di Barat tidak konsisten. “Jadi rupanya demokrasi, HAM itu sesuai selera. Kalau cocok dengan selera mereka baru diributkan,” ujarnya.
Seruan Prabowo soal Kemandirian Politik Indonesia
Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia harus percaya pada kemampuan sendiri. Ia menegaskan bahwa bangsa tidak boleh tunduk pada tekanan dari luar serta tidak boleh didikte oleh negara lain.
Pidato tersebut selaras dengan pernyataan Prabowo dalam pelantikan pada 20 Oktober 2024. Saat itu ia menyampaikan bahwa demokrasi Indonesia harus sesuai karakter bangsa. “Marilah kita sadar bahwa demokrasi kita harus demokrasi yang khas untuk Indonesia, yang cocok untuk bangsa kita,” kata Prabowo.
Pernyataan Natalius Pigai dan Posisi Pemerintah Saat Ini
Pernyataan Natalius Pigai memperlihatkan sikap kementerian yang mengikuti garis kebijakan presiden. Ia menutup ruang spekulasi atas perbedaan pandangan internal. Pemerintah menegaskan fokus pada pelaksanaan arahan presiden tanpa penambahan interpretasi.
Pernyataan Prabowo dalam acara Golkar dan respons Natalius menjadi rangkaian sikap terbaru pemerintah mengenai arah politik dan pendekatan HAM Indonesia.















