spot_img

Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Pemda DIY Kucurkan Bantuan Besar untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Harian Masyarakat | Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bersama Pemda DIY menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp3 miliar untuk tiga provinsi terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Masing-masing provinsi menerima Rp1 miliar. Penyerahan dilakukan di Kepatihan Yogyakarta pada Selasa, 9 Desember.

Sultan menjelaskan bantuan ini ditujukan untuk membantu penanganan darurat banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia memastikan pengiriman bantuan tidak hanya berupa dana, tetapi juga obat-obatan dengan total berat 840–842 kilogram.

“Kami sudah mengirimkan obat-obatan ke sana,” kata Sultan.

Obat-obatan itu berisi perbekalan kesehatan dasar seperti masker, obat penurun panas, obat nyeri, obat gatal, dan multivitamin. Pengiriman dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DIY, MDMC, dan PT JNE. Nilai obat-obatan tersebut setara sekitar Rp96 juta.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, mengatakan fasilitas layanan kesehatan di sejumlah daerah terdampak lumpuh. Karena itu, bantuan medis menjadi kebutuhan mendesak. “Pengiriman ini bentuk solidaritas Pemda DIY terhadap warga terdampak,” ujarnya.

Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X mendoakan relawan yang bertugas di lokasi bencana agar tetap sehat dan mampu menjalankan misi kemanusiaan.

Pemda DIY Siapkan Bantuan untuk Mahasiswa dari Daerah Terdampak

Selain bantuan dana dan obat-obatan, Sultan meminta seluruh perguruan tinggi di Yogyakarta mendata mahasiswa asal Aceh, Sumut, dan Sumbar yang keluarganya terdampak banjir dan longsor. Data ini penting untuk menentukan penerima bantuan pendidikan dari Pemda DIY.

“Kami sudah kontak kampus-kampus di Yogyakarta sekiranya ada keluarga yang di Sumatera ini punya anak yang jadi mahasiswa di Yogya saya mohon untuk bisa kami mendapatkan nama-nama itu,” kata Sultan.

Ia menegaskan pemberian bantuan pendidikan sudah menjadi tradisi Pemda DIY sejak lama. Pada bencana Aceh dan Sumbar sebelumnya, ratusan mahasiswa dibantu melalui keringanan biaya kuliah dan bantuan biaya hidup.

“Kita ringankan biaya belajar, biaya kuliah. Dan yang kedua untuk living cost. Biasanya 8 bulan,” ujar Sultan.

Bantuan ini diberikan karena sebagian orang tua mahasiswa kesulitan mengirim biaya kuliah akibat bencana yang menghantam wilayah mereka.

Terima Kasih dari Aceh, Sumut, dan Sumbar

Perwakilan Pemprov Aceh, Basyir Abu Bakar, hadir menerima bantuan dan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Yogyakarta.

“Yang sudah melihat kami, sudah membantu. Terima kasih kepada masyarakat Yogya dan khususnya Pemda DIY,” kata Basyir.

Ia menjelaskan dampak bencana di Aceh sangat berat. Masih ada sejumlah daerah yang terisolasi, terutama di Aceh Tamiang, yang hingga kini belum tersentuh bantuan.

“Mungkin nanti akan diterima oleh yang berhak di masyarakat yang terkena bencana di Aceh, di beberapa kabupaten yang sangat berat,” ujarnya.

Selain itu, Basyir menyebut pihaknya belum menerima data rinci mahasiswa asal Aceh yang keluarganya terdampak. Data tersebut dibutuhkan untuk memastikan penyaluran bantuan pendidikan.

Konteks Bencana di Sumatera

Banjir, banjir bandang, dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada minggu keempat November. Hingga saat ini, 962 orang meninggal dan 291 hilang. Cuaca ekstrem akibat badai Senyar serta kerusakan lingkungan menjadi pemicu utama bencana.

Pemda DIY menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan bantuan secara bertahap sesuai kebutuhan daerah terdampak.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news